Kamis, 21 November 2013

Etika Profesi Akuntansi Tugas 3


Etika Profesi Akuntansi
Tugas 19/11/2013
Nama               :           Harti Ningrum
NPM               :           23210166
Kelas               :           4EB18

1.      Bagaimana budaya organisasi bisa mempengaruhi prilaku etis ?
Jawab :
Pada dasarnya budaya organisasi itu bisa mempengaruhi perilaku etis dari adanya beberapa faktor dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi budaya organisasi terhadap perilaku etis seseorang. Dan berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi  budaya organisasi terhadap perilaku etis seseorang :

a.
    Individu
Faktor individu ini sangat mempengaruhi pada dasar pembentukan perilaku etis seseorang dimana tingkat pengetahuan, nilai-nilai moral yang tertanam pada diri, sikap dan perilaku dari pribadi seseorang yang akan membentuk suatu cara hidup yang berkembang dalam kegiatan berkelompok yang akan terbentuk nantinya dalam suatu organisasi. Jadi faktor individu adalah bagian dasar yang sangat berpengaruh dalam pembentukkan perilaku etis seseorang
. 
b.
      Sosial 
Faktor sosial ini juga membuat pembentukan pada perilaku etis seseorang dimana budaya organisasi muncul dari adanya perkumpulan sosial yang membentuk norma budaya, keputusan, tindakan dan perilaku rekan kerja, serta nilai moral dan sikap kelompok yang saling berinteraksi. Jadi faktor sosial merupakan juga bagian dasar setelah faktor individu yang berpengaruh dalam pembentukan perilaku etis seseorang dari budaya organisasi yang sudah ada sejak dahulu.
Maka bisa diambil kesimpulan bahwa budaya organisasi bisa mempengaruhi perilaku etis itu melalui faktor individu dan faktor sosial dimana dari kedua faktor tersebut sangat berperan penting dalam pembentukan sikap perilaku seseorang dalam berorganisasi sehingga dapat dijadikan budaya organisasi.

2.       Gambarkan factor-faktor yang mempengaruhi perilaku etis dan tidak etis
Jawab :
Penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku etis seseorang,
baik akuntan ataupun mahasiswa dilakukan oleh Mudrack (1993); Mueller dan Clarke (1998); Maryani & Ludigdo (2001); Reiss & Mitra (1998); Nugrahaningsih (2005); Ustadi dan Utami (2005); Tikollah, Triyuwono, dan Ludigdo (2006); Fatmawati (2007). Penelitian-penelitian tersebut menggunakan beberapa variabel atau faktor yang memengaruhi perilaku etis antara lain: gender, locus of control, equity sensitivity, pengalaman kerja, umur atau usia, dan kecerdasan (kecerdasan intelektualitas, emosional dan spiritual).

3.      Factor apakah yang mempengaruhi etika secara international
Jawab :
a.  Faktor Individual, menyangkut apakah seseorang akan berbohong mengenai rekening pengeluaran, mengatakan rekan sejawat sedang sakit karena tidak ada di tempat kerja, menerima suap, mengikuti saran teman sekerja sekalipun melampaui perintah atasan.
b.  Faktor Organisasional, masalah etis muncul apabila seseorang atau kelompok orang ditekan untuk mengabaikan atau memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh sejawat demi kepentingan keharmonisan perusahaan atau jika seorang karyawan disuruh melakukan perbuatan yang tidak sah demi keuntungan unit kerjanya.
c.   Faktor Asosiasi, seorang akuntan, penasihat,dokter, dan konsultan manajer harus melihat anggaran dasar atau kode etik organisasi profesinya sebagai pedoman sebelum ia memberikan saran pada kliennya.
d.   Faktor Masyarakat, hukum, norma, kebiasaan dan tradisi menentukan perbuatan yang dapat diterima secara sah.
e.   Faktor Internasional, masalah-msalah etis menjadi lebih rumit untuk dipecahkan karena faktor nilai-nilai dan budaya, politik dan agama ikut berperan.

4.      Jelaskan cara menggunakan proses seleksi karyawan untuk mendorong perilaku etis
Jawab :
Penampilan karyawan, baik yang bersifat fisik maupun mental, memiliki pengaruh bagi pembentukan citra perusahaan. Oleh karena itu etika yang baik perlu benar-benar ditanamkan dalam perilaku karyawan. Bagaimana mewujudkannya, berikut ini kami sampaikan tujuh cara untuk mendorong perilaku etis karyawan.
1.      Berilah teladan perilaku yang Anda harapkan dari bawahan
2.      Kembangkanlah Kode etik formal yang tertulis
3.      Hukumlah setiap karyawan yang melanggar kode etik
4.  Adakan sesi pelatihan mengenai bagaimana mengatasi situasi tidak etis
5.    Dengarkanlah karyawan yang mempunyai keluhan sebelum mereka menyebarkannya keluar
6.    Tetapkanlah standar seleksi dan promosi yang mengukuhkan perilaku etik
7.    Tetapkanlah etika dan moralitas sebagai bahan pokok dalam kultur perusahaan
(Sumber : http://karuniarinaldo.blogspot.com/2012/06/jawabantugas-bagian-i-
1.html?m=1)